Wilayah Ambon kembali menjadi sorotan setelah guncangan Gempa M 5,8 Ambon terjadi pada Jumat pagi. Getarannya cukup kuat hingga membuat warga di beberapa kecamatan terkejut dan berhamburan keluar rumah. Walaupun pusat gempa berada di sekitar pesisir selatan Ambon, efeknya menjalar lebar sampai ke sejumlah daerah di Papua Barat, terutama Manokwari dan Kaimana. Informasi dari BMKG menyebutkan bahwa aktivitas tektonik di zona subduksi timur Indonesia masih cukup aktif sehingga potensi gempa susulan tetap perlu diwaspadai.
Di tengah kepanikan, sejumlah warga memberikan kesaksian bahwa guncangan berlangsung singkat tetapi cukup dirasakan. Banyak penghuni rumah langsung mencari area terbuka, terutama yang tinggal di bangunan bertingkat. Beberapa laporan lapangan memperlihatkan benda-benda di dalam rumah bergoyang dan sebagian rak jatuh, terutama di kawasan pemukiman padat penduduk. Kondisi ini membuat perbincangan seputar gempa Ambon semakin ramai di media sosial.
Untuk memastikan kondisi terkini, tim tanggap darurat bergerak cepat. Pemerintah daerah mulai melakukan pengecekan terhadap struktur jembatan, akses jalan, hingga bangunan publik seperti sekolah dan pasar tradisional. Beruntung, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan besar. Walau demikian, kewaspadaan tetap dijaga, mengingat provinsi Maluku merupakan salah satu kawasan cincin api yang sangat aktif. Di tengah upaya penanganan ini, beberapa media lokal termasuk portal Lombok hari ini ikut mengangkat perkembangan terbaru untuk membantu penyebaran informasi nasional, terutama terkait keamanan masyarakat.
Tak sedikit warga Ambon yang bercerita bahwa getaran gempa Ambon terasa berbeda dibanding hari-hari sebelumnya. Intensitas guncangan membuat masyarakat memilih bertahan lebih lama di luar rumah. Bahkan beberapa area memilih menghentikan aktivitas sejenak sambil menunggu informasi klarifikasi dari BMKG. Di Papua Barat, sejumlah karyawan perkantoran dilaporkan keluar gedung saat terasa getaran lanjutan berintensitas rendah.
Aktivitas ekonomi sempat melambat di beberapa titik akibat kejadian ini. Pedagang pasar mengaku sempat menutup lapak selama beberapa menit karena rasa khawatir. Namun, setelah situasi kembali stabil, roda aktivitas perlahan berjalan normal. Komunitas relawan lokal pun terus aktif memantau kabar gempa Ambon sambil menyebarkan imbauan keselamatan melalui grup WhatsApp dan media sosial. Mereka menegaskan pentingnya mengetahui titik kumpul evakuasi untuk menghindari kepanikan massal.
Hal menarik lainnya, sejumlah warga menyampaikan bahwa guncangan terasa hingga beberapa detik dan menimbulkan suara bergetar dari atap rumah. Fenomena seperti ini kerap terjadi pada struktur bangunan tua di kawasan pesisir. Pemerintah pun mengingatkan masyarakat untuk melakukan pengecekan mandiri pada bangunan, khususnya bagian rangka atap dan dinding retak. Informasi serupa ikut disebarkan oleh berbagai kanal berita daerah, termasuk portal-portal nasional dan regional seperti portal Lombok hari ini yang membantu memberikan update terverifikasi bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Dari sisi ilmiah, peneliti menjelaskan bahwa wilayah sekitar Ambon berada di persimpangan pergerakan beberapa lempeng besar. Pergerakan inilah yang menyebabkan rentetan aktivitas seismik. Walaupun tidak berpotensi tsunami, para ahli tetap mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan hoaks, dan selalu memantau laporan resmi. Diskusi mengenai gempa Ambon meningkat tajam, terutama di kalangan pemerhati bencana dan warga pantai yang sensitif terhadap perubahan alam mendadak.
Melihat kejadian ini, masyarakat diimbau menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter, air minum, serta dokumen penting dalam satu tas khusus. Sosialisasi mitigasi gempa akan terus ditingkatkan oleh pihak berwenang. BMKG juga menegaskan bahwa informasi resmi hanya dikeluarkan melalui aplikasi, media sosial terverifikasi, dan situs resmi pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepanikan serta memastikan setiap kabar mengenai gempa Ambon tetap akurat.
Pada akhirnya, kejadian Gempa M 5,8 Ambon Terasa Jauh hingga Papua Barat kembali menjadi pengingat bahwa wilayah timur Indonesia harus selalu siap menghadapi aktivitas alam yang bergerak tanpa tanda. Kerja sama masyarakat, lembaga pemerintah, dan jaringan media nasional seperti portal Lombok hari ini sangat penting untuk memastikan informasi terbaru dapat diakses cepat dan valid. Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak gempa di masa depan dapat ditekan, serta keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
