Wajah infrastruktur di Nusa Tenggara Barat kini tengah bersiap menyongsong era baru dalam dunia aviasi nasional. Potensi besar milik bendungan batujai di Kabupaten Lombok Tengah tidak lagi sekadar sebagai penyedia air irigasi, melainkan diproyeksikan bertransformasi menjadi waterbase atau pangkalan pesawat air (seaplane) pertama di kawasan tersebut.
Konektivitas Langit dan Air di Jantung Lombok
Langkah inovatif ini diambil guna memperpendek jarak tempuh antar-pulau wisata. Letak strategis bendungan batujai yang sangat dekat dengan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menjadikannya titik poin krusial. Jika selama ini wisatawan mengandalkan jalur darat atau laut konvensional, keberadaan pangkalan di bendungan batujai bakal memangkas waktu secara signifikan menuju destinasi eksotis seperti Gili Trawangan atau Labuan Bajo.
Berdasarkan pantauan dalam berita Lombok terupdate, tim teknis telah melakukan serangkaian survei kelayakan terkait kedalaman air serta kecepatan angin. Hal ini penting guna memastikan keamanan operasional pesawat jenis amfibi saat melakukan lepas landas maupun pendaratan di permukaan bendungan batujai yang tenang.
Melampaui Fungsi Tradisional
Secara historis, masyarakat mengenal bendungan ini sebagai urat nadi pertanian lokal. Namun, optimalisasi bendungan batujai menjadi pusat transportasi udara akan memberikan efek domino pada sektor ekonomi kreatif. Keunikan lanskap di sekitar bendungan batujai menyajikan daya tarik visual tersendiri bagi para penumpang pesawat saat mulai menyentuh permukaan air.
Berikut adalah beberapa poin keunggulan proyek ini :
- Aksesibilitas Tinggi : Jarak tempuh dari bandara utama sangat singkat.
- Wisata Eksklusif : Menawarkan pengalaman terbang rendah dengan pemandangan perbukitan hijau di sekeliling bendungan batujai.
- Pemberdayaan Lokal : Menciptakan lapangan kerja baru pada sektor jasa transportasi dan pariwisata di sekitar kawasan bendungan batujai.
Integrasi Aeropolis dan Sabuk Hijau Wisata
Konsep pengembangan pangkalan pesawat air di bendungan batujai mengusung tema integrasi lingkungan. Pihak pengelola berencana membangun dermaga apung ramah lingkungan di salah satu sisi bendungan batujai guna menjaga kualitas air baku tetap terjaga. Penataan kawasan ini dirancang agar aktivitas penerbangan tidak mengganggu ekosistem burung migran yang kerap singgah di area bendungan batujai.
Informasi yang dihimpun dari berita Lombok terupdate, skema operasional nantinya mencakup fasilitas ruang tunggu VIP dengan arsitektur khas sasak di pesisir bendungan batujai. Transformasi ini secara otomatis mengangkat kelas destinasi tersebut menjadi hub premium, di mana interaksi antara teknologi dirgantara dan kearifan lokal berpadu di atas permukaan bendungan batujai. Dengan infrastruktur penunjang yang mumpuni, pusat pesawat air ini diprediksi menjadi magnet investasi baru bagi para pelaku usaha aviasi global.
