Sumbawa Barat kembali menghadapi bencana alam serius setelah banjir bandang menerjang sejumlah wilayah pemukiman dan fasilitas umum. Hujan deras berjam-jam memicu aliran air bercampur lumpur meluap, menyebabkan banjir bandang menghantam area padat penduduk hingga merusak infrastruktur penting. Salah satu dampak paling terlihat terjadi pada bangunan sekolah dasar, saat tembok pembatas ambruk akibat tekanan air dalam banjir bandang tersebut.
Warga setempat menceritakan kondisi mencekam saat banjir bandang datang tiba-tiba pada malam hari. Arus deras membawa material tanah, batu, serta sampah, membuat jalan lingkungan berubah menjadi aliran sungai sementara. Dalam situasi banjir bandang seperti ini, banyak keluarga bergegas menyelamatkan barang penting sebelum air terus naik memasuki rumah.
Kerusakan pada sekolah menjadi perhatian utama. Tembok sekolah runtuh setelah diterjang banjir bandang, memicu kekhawatiran terhadap keselamatan siswa dan proses belajar ke depan. Guru serta warga bergotong royong membersihkan lumpur sisa banjir bandang, sementara pemerintah daerah melakukan pendataan kerusakan agar perbaikan segera dilakukan.
Empat desa dilaporkan terdampak cukup parah. Genangan akibat banjir bandang merendam rumah, fasilitas ibadah, serta akses jalan utama. Aktivitas warga sempat lumpuh karena jalur distribusi tertutup material bawaan banjir bandang. Beberapa titik bahkan mengalami pemadaman listrik sementara sebagai langkah keamanan.
Situasi di lapangan menunjukkan pola kejadian banjir bandang semakin sering muncul saat intensitas hujan ekstrem meningkat. Kondisi drainase tidak mampu menampung debit air besar, membuat banjir bandang cepat meluas ke wilayah permukiman. Warga berharap ada langkah mitigasi jangka panjang agar dampak banjir bandang tidak terus berulang setiap musim hujan.
Di sisi lain, tim relawan mulai berdatangan membawa bantuan logistik. Makanan siap saji, air bersih, serta perlengkapan darurat disalurkan kepada korban banjir bandang. Dukungan ini membantu warga bertahan selama proses pembersihan pasca banjir bandang berlangsung.
Informasi perkembangan kondisi lapangan terus diperbarui melalui berbagai sumber, termasuk laporan warga dan media lokal. Dalam beberapa pembaruan kabar Lombok terbaru hari ini, disebutkan bahwa pemerintah daerah memprioritaskan normalisasi saluran air serta penanganan area rawan banjir bandang agar risiko serupa berkurang.
Selain kerusakan fisik, dampak sosial juga terasa. Aktivitas sekolah terhenti sementara, ekonomi warga melambat, dan sebagian keluarga memilih mengungsi hingga kondisi benar-benar aman dari potensi banjir bandang susulan. Trauma akibat kejadian banjir bandang menjadi perhatian tersendiri, terutama bagi anak-anak.
Upaya pencegahan mulai dibahas bersama. Warga, aparat desa, serta instansi terkait mendorong program pembersihan sungai, perbaikan tanggul, dan edukasi kesiapsiagaan menghadapi banjir bandang. Langkah kolektif dianggap penting karena ancaman banjir bandang tidak bisa ditangani satu pihak saja.
Peristiwa ini menjadi pengingat kuat bahwa perubahan cuaca ekstrem membawa risiko nyata. Sumbawa Barat membutuhkan solusi berkelanjutan, mulai dari infrastruktur tahan bencana hingga sistem peringatan dini terhadap banjir bandang. Dengan koordinasi baik, pemulihan pasca banjir bandang diharapkan berjalan cepat dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal.
